SMA NEGERI 4 DENPASAR

Quality the First

Foursma Guru On Net

 

 eLearning SMAN 4 Denpasar, menghadirkan guru dgn kelas virtualnya sehingga memungkinkan anda belajar darimanapun dan kapanpun

Student Activity

Event Today

Berbekal Kebiasaan Sadar Kesehatan dan Kebersihan SMA Negeri 4 Denpasar Siap Menuju Gerbang Nasional Menjunjung Nama Provinsi Bali

Berbekal Kebiasaan Sadar Kesehatan dan Kebersihan

 

SMA Negeri 4 Denpasar Siap Menuju Gerbang Nasional Menjunjung Nama Provinsi Bali

Sebuah kesempatan baru tak akan datang untuk kedua kalinya. Dijadikan sebagai target incaran membawa nama Bali di Lomba Sekolah Sehat, SMA Negeri 4 Denpasar siap menyandang  posisi juara.

            Salah satu Hari Jumat bulan ini, (5/10) penilaian yang dihadari lebih dari 20 orang yang mengemban tanggung jawab sebagai juri Lomba Sekolah Sehat di SMA Negeri 4 Denpasar berjalan dengan lancar. Air muka yang ditunjukan mereka berhasil menggambarkan dengan baik apa yang dimaksud dengan kepuasan, selama berada di sekolah hebat yang dimiliki oleh Pulau Dewata. Sang Surya yang menghiasi langit pukul 7 ini menjadi saksi bisu akan kemeriahan serta kelancaraan penyelenggaraan acara ini. Bukan SMA Negeri 4 Denpasar namanya jika tidak lekat dengan kesan budaya dan disiplin, bukti nyatanya dapat dilihat saat siswa dan  siswi SMA Negeri 4 Denpasar berpatisipasi dalam menambah cita rasa acara ini bak rerempahan. Penyambutan tim juri dengan mengerahkan murid kelas sepuluh ini merupakan pembuka dari segudang hal-hal menarik dan menggugah kagum orang  yang SMA Negeri 4 Denpasar persembahkan. Lengkap dengan mengenakan pakaian adat persembahyangan, siswa-siswi kelas sepuluh siap menebar sambutan manis yang akan dirasakan oleh tim juri saat melangkahkan kaki mereka untuk menjalankan tugas. Dibalik keceriaan yang terpancar oleh siswa-siswi ini, para guru yang berada dibalik tubuh generasi ini pun tak kalah kuatnya dalam menebarkan sambutan hangat nan lembut. “Om Swastyastu” yang diucapkan dengan penuh rasa bangga sukses menyatukan kedua telapak tangan para juri dan meneruskan rasa itu ke dalam hati mereka. Satu persatu, sepasang alas kaki yang membungkus setiap pijakan para pengemban tanggung jawab di Lomba Sekolah Sehat ini mulai melebur menjadi satu dengan sapaan hormat para guru yang didampingi senyuman manis siswa dan siswi. Sekitar dua atau tiga langkah dari para juri, terdengar senandungan khas Pulau Seribu Pura ini dari hati sosok yang bersenandung dimana mereka merupakan siswa dan siswi kelas sebelas beserta guru pendamping. Bertempat di depan areal Padmasana yang berbekal sejuta kehikmatan dari kumpulan mantra dalam Kekawin Sarasamuscarya yang disenandungkan berhasil memanggil simpati lubuk hati para juri. Momen itu tentu tak lupa diabadikan dalam media modern masing-masing juri sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya Bali yang kental ini. Derapan langkah mereka yang sebelumnya telah dipandu oleh para guru terus berlanjut hingga akhirnya para juri menempati kursi yang disediakan di aula bawah sekolah yang sangat mencolok dengan kesan budaya terutama dari segi dekorasi. Penabuh mulai dengan leluasa menarikan jemari yang berhasil membangunkan alunan nada khas dari alat musik tradisional yang dimainkan. Iringan itu membungkus suasana menjadi lebih ramai dan meriah diawal acara Lomba Sekolah Sehat.

            Dua sosok yang berperan sebagai MC mulai menyampaikan sebaris dua baris kalimat kepada para juri sebagai tanda bahwa acara penilaian ini akan dimeriahkan dengan beberapa acara tambahan yang menambah taburan gemilang SMA Negeri 4 Denpasar dimata juri. Kata demi kata yang dirangkai menjadi kalimat oleh pembawa acara diartikan sebagai komando untuk persembahan sederhana yang mengesankan agar bersiap menyebarkan keindahan mereka. Tari Pendet, persembahan enam siswi yang dibalut busana kebaya putih dengan aksen merah dibagian selendang menunjukan bahwa keistimewaan yang berasal dari kesederhaan memiliki potensi berkali-kali lipat untuk mengundang decak kagum siapapun yang menyaksikannya. Alunan tabuh mengikat semua gerakan penuh rasa yang dituangkan para penari menjadi suatu pertunjukan penuh ikatan adat istiadat. Tak hanya gerakan, suara pun juga berhasil menyita perhatian para penonton yang terdiri dari tim juri dn juga para guru. Persembahan yang diciptakan oleh 19 siswa dan siswi SMA Negeri 4 Denpasar yang dianugrahi kemampuan untuk menghasilkan alunan suara merdu nan khas ini dalam membawakan lagu Indonesia Raya, Mars SMA Negeri 4 Denpasar, serta Mars UKS. Tak jauh berbeda dengan para penari, kesatuan persembahan ini berhasil mengangkat aksen bali dengan cara mereka tersendiri. Dari busana sederhana yaitu seragam sekolah dengan penambahan kain merah penuh corak khas yang dikaitan pada pinggang, merupakan perpaduan kesederhaan yang mengandung kemewahan akan berjuta makna tersirat. Penampilan yang berhasil menimbulkan tepukan meriah dari para hadirin yang kental dengan nuansa endek ini dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Widya Cahya, salah satu murid berprestasi yang mendiami bangku kelas XI. Tautan mantra ke mantra lainnya yang khusuk, mengantarkan bisikan hati kita kehadapan Beliau untuk dilancarkannya acara hari ini. Masih di aula bawah, sambutan dari kepala sekolah, bapak walikota yang diwakili oleh ketua dinas kesehatan, serta perwakilan team penilai menambah warna bagi acara Lomba Sekolah Sehat di SMA Negeri 4 Denpasar.

            Para hadirin pun selanjutnya diarahkan untuk istirahat sejenak dengan  ditemani oleh jajanan khas bali yang telah disediakan oleh panitia acara ini dan dilanjutkan dengan kegiatan utama mereka yaitu menilai sekolah hebat ini dari berbagai aspek-aspek tertentu. Seluruh anggota tim penilai pun mulai menyebar menuju area-area tertentu seperti UKS, bank sampah, kantin, kelas-kelas dari tingkatan rendah hingga tinggi, dan area lainnya. Semua seluk beluk SMA Negeri 4 Denpasar mereka jelajahi, indra penglihatan tim juri yang menjadi saksi akan potensi sekolah hebat ini dapat memegang kepercayaan akan nama Provinsi Bali yang kelak akan dijunjung sekaligus diharumkan oleh SMA negeri favorit di Bali ini. Seperti yang disampaikan oleh Bapak I Gusti Lanang Ngurah Wira Widabda, selaku salah satu juri yang menilai SMA Negeri 4 Denpasar ini menunjukkan senyuman lebarnya saat membicarakan mengenai kebersihan dan juga kesehatan secara keseluruhan SMA Negeri 4 Denpasar. “Kesehatan dan juga kebersihannya sudah luar biasa bagus dan patut untuk dilaksanakan dan dipertahankan lebih lanjut,” ucap pria kelahiran tahun 1965 itu. Pria dengan balutan endek biru ini juga menyampaikan bahwa tujuan diadakannya lomba ini adalah untuk memberikan pemahaman terhadap sekolah dari segi pemahaman dan pelaksanaan kesehatan secara keseluruhan oleh seluruh anggota sekolah. Seperti yang diakui pula oleh ketua panitia acara penilaian Lomba Sekolah Sehat, Bapak Nyoman Suharta bahwa tidak terlalu banyak persiapan dalam menyambut acara ini karena SMA Negeri 4 Denpasar sudah pada dasarnya bersih dan sehat. Pria berzodiak leo ini sangat senang dengan kepercayaan yang telah diberikan oleh kepala sekolah kepada beliau untuk menjadi ketua panitia Lomba Sekolah Sehat ini dan berharap bahwa SMA Negeri 4 Denpasar bisa mewakili Provinsi Bali dalam lomba bergengsi ini.

            Bisa ala biasa, SMA Negeri 4 Denpasar bisa dikatakan seperti itu dari kebiasaan sadar dengan kebersihan dan juga kesehatan berujung pada bisanya SMA Negeri 4 Denpasar menjadi pertimbangan juri dalam mewakili Provinsi Bali dalam lomba sekolah sehat ini. Berpikir, berbuat, menyebarkan PHBS itulah sehat ala foursma! (KSY)

Login for update

Gallery Karya Siswa

Home News Berbekal Kebiasaan Sadar Kesehatan dan Kebersihan SMA Negeri 4 Denpasar Siap Menuju Gerbang Nasional Menjunjung Nama Provinsi Bali