Kami membimbing dan mengagajar dengan hati.
Lingkungan belajar yang kondusif,sejuk,hijau,nyaman dan aman
Tetap menjaga "berprestasi"
Prokes warga sekolah di masa pandemi
Peserta didik yang memiliki bakat dalam bidang akademik tertentu bisa mengikuti klub belajar. Dalam klub belajar akan mendapatkan fasilitas yang lebih dari teman-temannya yang tidak mengikuti klub. Fasilitas tersebut berupa pembinaan oleh alumni, guru, dan pembina khusus klub dari guru bidang studi dan dosen. SMAN 4 Denpasar memiliki 11 klub belajar diantaranya Klub Biologi, Fisika, Matematika, Kimia, Astronomi, Komputer, Ekonomi, Geografi dan Kebumian, Bahasa Inggris, Bahasa Jerman, dan Klub Bahasa Jepang.

Upacara pada Senin (9/12) lalu berbeda dari biasanya. Pasalnya hari itu diselenggarakan pelantikan ketua OSIS beserta pengurus OSIS SMA Negeri 4 Denpasar masa bakti 2013/2014. Acara ini sekaligus menandai berakhirnya jabatan seluruh pengurus OSIS sebelumnya, yakni masa bakti 2012/2013.
Orasi calon ketua OSIS dilakukan pada Kamis (5/12) lalu, di mana para calon menyampaikan visi dan misinya dihadapan warga sekolah, dan dinilai oleh tiga panelis yang merupakan guru-guru foursma. Pemilihan calon ketua OSIS kemudian dilaksanakan dengan cara voting secara bergiliran oleh seluruh siswa kelas X sampai kelas XII. Ketiga calon adalah I Made Krisnadi Kumara, I Gusti Ngurah Yudha Prawiranegara, dan Ni Wayan Egita Prabaswari. Serangkaian kegiatan kampanye OSIS menelan biaya sebesar Rp 805000,00.Pelantikan kepengurusan OSIS baru lalu diadakan pada hari Senin. Dari tiga kandidat, I Made Krisnadi Kumara memperoleh suara terbanyak yang berarti terpilih sebagai Ketua OSIS masa bakti 2013/2014. “Dengan terpilihnya saya sebgai ketua OSIS, saya akan melaksanakan program yang telah saya sampaikan,” ujar Krisnadi dalam pidato sambutannya. Untuk mengemban tugas sebagai ketua OSIS, Krisnadi dibantu oleh 14 pengurus OSIS lainnya.
Ni Kadek Yudha Hestynatalia, ketua OSIS masa bakti 2012/2013 mewakili seluruh pengurus mengatakan harapannya kepada pengurus OSIS yang baru agar melanjutkan visi serta misi yang belum sempat dilaksanakan saat dirinya masih menjabat. Hesty juga mengungkapkan bahwa pengurus OSIS baru harus dapat meningkatkan kinerja mereka dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan kepengurusan yang lalu. “Jadi tetap ada tanggung jawab dari visi misi di OSIS kepengurusan yang lama,” kata Hesty. Menurutnya keberhasilan kinerja OSIS baru dinilai dari kesuksesan mereka dalam melaksanakan berbagai kegiatan. Hesty juga menyinggung soal rasa kebersamaan di SMAN 4 Denpasar yang terus mengalami degradasi. “Kebersamaan di SMAN 4 Denpasar itu bukan berdasarkan ekstra, bukan berdasarkan atas kelas, bukan juga berdasarkan atas angkatan. Tapi bagaimana kita menunjukkan bahwa kebersamaan yang ditunjukkan oleh SMAN 4 Denpasar adalah kebersamaan seluruh keluarga besar SMA Negeri 4 Denpasar,” ujarnya. Hesty juga menambahkan bahwa prestise serta prestasi SMAN 4 Denpasar didukung oleh seluruh warga sekolah. Ia berpesan semoga SMAN 4 Denpasar bisa terus membangun kebersamaan berlandaskan pada keluarga besar SMA Negeri 4 Denpasar dan bukan atas kelompok.
OSIS baru yang merupakan kelas XI dinilai perlu membagi waktu dengan baik agar dapat menerima pelajaran sebagai bekal ujian nasional. Seperti yang disampaikan oleh Dr. I Wayan Rika, M.Pd, “Pengurus OSIS baru harus mampu me-manage waktunya dengan baik, harus mampu me-manage tenaganya dengan baik sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran.” Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pengurus OSIS masa bakti 2012/2013 yang telah membantu mensukseskan program-program sekolah. Mengenai organisasi di sekolah, menurut beliau bukan ditentukan oleh umur, tetapi ditentukan oleh kematangan organisasi dari sejak awal. Dari bakat dan minat, itu sangat penting. (Citra)

Pramuka, salah satu organisasi yang melatih kedisiplinan, kebersamaan, kecakapan, kecekatan, keberanian, dan kemandirian. Keanggotaan Pramuka terdiri dari siaga, penggalang, penegak, dan pendega.
Jumat, 13 November 2015 silam telah diadakan acara Kepramukaan yang di adakan di SMAN 4 Denpasar. Acara tersebut dilakukan dalam rangka memenuhi standar untuk Standar Nasional Pendidikan (SNP) dimana salah satu kriterianya adalah kegiatan kepramukaan yag terbagi menjadi 3 kegiatan yaitu pramuka regular, pramuka dalam model blok, serta pramuka aktualisasi.
Menurut I Kadek Lanang Sajiatma Parta atau yang kerap dipanggil Lanang selaku Ketua Pramuka dan Ketua Krida TPTKP mengatakan Pramuka regular yang dimaksudkan adalah mereka yang memilih Ekstrakurikler Pramuka, sedangkan Pramuka model lok telah diterapkan sekolah seperti kegiatan hiking yang dilaksanakan setelah kegiatan MOS berakhir serta Pramuka aktualisasi, sekolah mewajibkan seluruh siswa untuk mengikuti kegiatan ini untuk memberikan nilai-nilai kepramukaan pada diri masing-masing siswa, dimana Aktualisasi Kepramukaan ini dibina oleh Kak Sudirga, Kak Sasih, Kak Ninik, Kak Miarta, Kak Tantra, dan Kak Martha.
Untuk mempersiapkan Aktualisasi Kepramukaan tersebut, beberapa persiapan dilakukan. Siswa kelahiran Denpasar, 21 April 1999 ini mengatakan tidaklah mudah untuk mengkoordinir 3 angkatan secara bersamaan, tetapi dengan latihan pengibaran bendera, tali temali, dan pemberian materi kepramukaan dasar sebelum diselenggarakannya acara, mampu membuat anggota Pramuka SMAN 4 Denpasar lebih matang dalam pelaksanaan acara yang akan berlangsung nanti.
Acara Aktualisasi Kepramukaan tesebut dilaksanakan di halaman SMAN 4 Denpasar. Banyak kegiatan yang dilakukan, dimulai dengan upacara pengibaran bendera, dilanjutkan dengan pemberian materi-materi dasar kepramukaan guna memberikan pemahaman bagi siswa yang mengikuti pelatihan dasar, serta kegiatan permainan riang gembira (rigem) guna memupuk kebersamaan antar siswa, yang ditutup dengan doa bersama.
Diharapkan acara seperti ini tetap dilakukan agar kebersamaan antar siswa tetap terjalin dan nilai-nilai kepramukaan tertanam pada diri masing-masing siswa SMAN 4 Denpasar.