450 peserta dari 52 negara World Schools Debating Championship (WSDC) 2017 di Denpasar, Bali
- Details
- Hits: 4772
World Schools Debating Championship (WSDC) 2017 resmi digelardi Bali; dimana venue yang ditunjuk sebagai tempat gelaran debat adalah SMAN 4 Denpasar, SMAN 1 Denpasar, SMAN 7 Denpasar, Politeknik Negri Bali, SMK Pariwisata Harapan Denpasar.

WSDC merupakan ajang kompetesi debat parlementer yang mempertemukan para siswa jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat, dari seluruh negara peserta untuk bertanding dan memperebutkan gelar juara dunia. Tujuannya, para siswa dapat melakukan analisa tentang berbagai persoalan dan mengemukakannya secara rasional.
Sebanyak 450 peserta dari 52 negara berkompetisi World Schools Debating Championship (WSDC) tahun 2017 selama seminggu, yakni dari tanggal 1 s.d. 11 Agustus 2017. Tema utama WSDC tahun ini adalah Listen to Diversity, Speak of Harmony. Tema itu diharapkan dapat mengasah toleransi atas berbagai perbedaan sehingga menciptakan generasi muda dunia yang harmoni dan menghargai keanekaragaman yang ada.
Dr. I Wayan Rika, MPd selaku kepala sekolah menyatakan rasa syukur dan gembira yang luar biasa, dan mengucapkan terimakasih karenaa SMAN 4 Denpasar dipilih sebagai salah satu venue gelaran pertandingan WSDC 2017. Selain menjadi venue pertandingan, hal yang juga tidak kalah membanggakan adalah karena salah satu peserta WSDC 2017 asal Indonesia merupakan siswa dari SMAN 4 Denpasar.
Pada WSDC 2017 Indonesia berhasil menjaring dan mengikutsertakan empat siswa terbaik hasil seleksi Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Nasional (NSDC) dan pembinaan tahun 2016. Ngurah Gede Satria Aryawangsa,salah satu anggota tim Indonesia mengaku telah berusaha secara maksimal untuk bertanding dengan peserta lain dari berbagai penjuru dunia.
"Kami telah berusaha dan berlatih dengan sungguh-sungguh. Semoga dengan semangat dan doa dari semuanya kami bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya," kata Ngurah. Selain siswa asal SMAN 4 Denpasar itu, peserta WSDC dari Indonesia yang lainnya adalah Nicholas Christanto dari SMK 2 Petra Surabaya, Jawa Timur, Gracesenia Chahyadinata dan Stephanie Elizabeth Purwanto dari SMA Pelita Harapan, Banten.
Sementara dua pelatih tim Indonesia Roderick Jonathan dan Novelisa Wirid menyatakan optimistis tim Indonesia akan meraih juara. "Semoga sukses dalam penyelenggaraan sekaligus sukses prestasi," kata Purwadi, Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud
MELBOURNE STUDENT EXCHANGE 2017 (Foursma goes to Melbourne) (2)
- Details
- Hits: 3204
Untuk kesekian kalinya SMA Negeri 4 Denpasar melakukan program pertukaran pelajar (MELBOURNE STUDENT EXCHANGE) untuk meningkatkan pemahaman berbagai perspektif budaya dan masyarakat Internasional dengan Melbourne High School (MHS) dan Mac Rob Girl School, Melbourne – Australia. Pertukaran pelajar ini diselenggarakan 2 tahun sekali dan siswa yang berangkat adalah siswa yang sudah di interview terlebih dahulu dan bersedia untuk menjadi host (tuan rumah) bagi pelajar dari Melbourne yang datang ke Bali.

Pertukaran pelajar pada tahun ini, diselenggarakan pada tanggal 5-12 Maret 2017. Tentu saja para pelajar tetap dalam pengawasan guru pendamping, yaitu Bu Liony, Pak Agung Kumara, Pak Agung Wirata, dan Ms. Intan.
Disana kami mempelajari bagaimana sistem belajar di sekolah mereka. Jadi setiap pagi, kami berangkat ke Melbourne High School (SMA untuk siswa laki laki) atau Mac Rob Girl School (SMA untuk siswa perempuan) untuk berkumpul. Menariknya, rumah host kami berada di Countryside (pinggiran kota). Butuh waktu 1 jam bagi kami untuk on the way ke sekolah karena harus menggunakan train dan berjalan kaki lumayan jauh agar bisa sampai di sekolah.
Di hari pertama kedatangan kami di Melbourne, kami diberikan waktu untuk berkeliling sekolah dan pulang kerumah host untuk istirahat karena sebagian dari kami mengalami jetlag.
Di hari kedua, kami melakukan perjalanan menuju tempat wisata seperti Healesvilles Sanctuary yaitu cagar alam yang isinya banyak hewan khas Australia seperti koala, kangguru, burung onta, platypus, dan masih banyak lagi.
Kemudian di hari ketiga, kami merayakan Sports Day di Lakeside Stadium pada Woman International’s Day. Setelah menyaksikan pertandingan, kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan ditugaskan untuk mengambil group photo didepan 10 gedung bersejarah di City Circle Melbourne. Lumayan melelahkan, tapi sungguh mengasyikkan dapat berkeliling kota dengan menggunakan Tram (Public Transport yang terdapat di pusat kota).

Di hari keempat, kami menuju Sovereign Hill (Ballarat Trip). Ballarat merupakan tambang emas terbesar di Australia dan sangat terkenal dengan sejarah Anti-Chinese yang dianut masyarakat Ballarat. Seusai Ballarat Trip, kami bermain ice-skating. Ice-skating merupakan hal yang baru bagi sebagian dari kami, sehingga kami selalu terjatuh. Tapi ice-skating sangatlah menyenangkan dan membuat ketagihan!
Di hari kelima, yaitu merupakan Farewell Party (pesta perpisahan) yang dilakukan di Assembly Hall Melbourne High School. Siswa SMAN 4 Denpasar menampilkan pagelaran tari tradisional Puspanjali dan tari Kontemporer kreasi dengan diiringi lagu bali yang berjudul ‘Taksu’. Antusias dari siswa Melbourne High School dan Mac Rob Girl School yang sangat besar membuat kami tampil percaya diri walaupun dengan persiapan yang sangat singkat.

Hari ke enam merupakan hari terakhir sebelum kami pulang ke tanah air. Pada hari itu, kami diberikan Free Day, jadi kami bebas menentukan destinasi masing masing. Ada yang pergi ke Universitas disana, ada yang ke pantai, ada yang berbelanja souvenir untuk oleh oleh, bahkan ada juga yang memutuskan untuk istirahat saja dirumah, mungkin tidak bertenaga lagi ya hehehe.. Tapi pada sore harinya, seorang siswa Melbourne High School mengadakan pesta BBQ sederhana untuk sekedar sebagai perpisahan bagi kami. Dan ternyata, mereka sering melakukan pesta BBQ disana.
Besok subuhnya, kami sudah ready to go back to homeland! Pagi pagi sekali kami sudah siap dengan koper masing-masing yang tentunya sudah gemuk untuk dibawa pulang. Kami berkumpul di Bandara Tullamarine dan siap untuk kembali sekolah keesokan harinya..




















Journal