KLAIBYAM MA SMA GAMAH TYAKTVO

( JANGAN BIARKAN DIRIMU TERBELENGGU OLEH KEBODOHAN )

 MOTTO

QUALITY THE FIRST

 

Peserta didik yang memiliki bakat dalam bidang akademik tertentu bisa mengikuti klub belajar. Dalam klub belajar akan mendapatkan fasilitas yang lebih dari teman-temannya yang tidak mengikuti klub. Fasilitas tersebut berupa pembinaan oleh alumni, guru, dan pembina khusus klub dari guru bidang studi dan dosen. SMAN 4 Denpasar memiliki 11 klub belajar diantaranya Klub Biologi, Fisika, Matematika, Kimia, Astronomi, Komputer, Ekonomi, Geografi dan Kebumian, Bahasa Inggris,  Bahasa Jerman, dan Klub Bahasa Jepang.

 

 

Emban Tugas Negara di Ajang WSDC

Carissa Tehputri dan Pradnya Paramita, sepak terjang dua gadis ini sudah tidak diragukan lagi. Puluhan kompetisi mulai dari tingkat regional hingga internasional pun dibabat oleh dua dar debaters ini. Sehingga tahun 2013 nanti, merekaakan bertolak ke Turki utnuk berlaga dalam WSDC.

Untuk mencapai puncak kesuksesan tentunya tidaklah mudah. Berawal dari mimpi, dibantu dengan usaha yang tiada henti serta pengorbanan bertahun-tahun, dua siswi yang merupakan bagian dari murid berprestasi di SMAN 4 Denpasar, Carissa Tehputri dan Ida Ayu Pradnya Paramita, berhasil memastikan diri sebagai Tim Indonesia untuk World Students Debate Competition (WSDC) 2013. Lomba debat tahunan tingkat internasional yang akan diselenggarakan di Antalya, Turki pada tanggal 27 Januari sampai 5 februari 2013, juga mengirim dua orang lainnya yang tergabung dalam tim Indonesia bersama Carissa dan Mita yakni Sayyid Habibullah (Pontianak) dan Adeline Tiffanie (Jakarta).

“Saat itu bahagia, bangga dan ngga bisa berkata-kata, karena akhirnya, setelah semua kerja keras selama dua tahun, mimpi itu tercapai juga,” tutur Carirssa yang ternyata telah memimpikan utnuk menjadi Tim Indonesia semenjak duduk di bangku SMP. Sebelum terpilih, proses yang harus dilewati oleh Carissa dan Mita tidaklah mudah. Berawal dari lolos Kodya, mewakili Bali dalam NSDC bersama satu rekan timnya yakni Mulyawati Moeliono, kemudian mengikuti Selection camp diadakan dari tanggal 5-13 November di Jakarta Selatan. Tahap pertama berlangsung dari tanggal 5 sampai 8 November. Keesokan harinya, tanggal 9, seleksi tahap kedua dimulai. Mencari empat dari delapan besar. “tahap pertama kami berdebat delapan ronde, ada satu introduction speeh, satu essay writing, dua general knowledge test. “Di tanggal 9, kita debat sepuluh kali, susahnya karena tim kita diacak, speaker role diacak dan semua motion impromptu,” ungkap Icha, panggilan karib Carissa.

Awal Desember lalu, Carissa dam Mita baru saja bertolak dari Jakarta setelah mengikuti Training Camp yang dilaksanakan sejak tanggal 23 November lalu. Setiap harinya, mereka latihan mulai jam 8 pagi dan selesai bervariasi antara jam sembilan sampai jam sebelas malam. Selain itu, ada pula sesi debat melawan anak-anak Universitas Indonesia dan tiap malam selalu ada PR yang dikumpul lewate-mail. Meskipun kegiatan padat, tapi dua gadis wakil Bali ini akan berusaha semaksimal mungkin karena ini merupakan tugas negara yang harus mereka emban, untuk mengharumkan nama bumi pertiwi di mata dunia. Tanggal 23 Desember nanti, Mita dan Carissa akan kembali terbang ke Jakarta, utnuk mengikuti TC sesi kedua dan baru kembali ke Bali pada tanggal 16 Februari. “Trainingnya panjang karena banyak yang harus dipersiapkan, apalagi mereka berempat nantinya akan turun lomba di IVED (Indonesian Varsity English Debate) melawan mahasiswa-mahasiswi se-Indonesia di ITB awal Januari.

Meskipun akan melewatkan dua event penting yakni tahun baru dan Valentine’s Day, nampaknya kemenangan mampu menjadi kado terindah untuk dua event tersebut dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Mita dan Icha jika bisa pulang membawa kemenangan. Bukan hanya untuk Indonesia, namun juga untuk almamaternya, SMA Negeri 4 Denpasar.

 

Event Gallery

 
 

Login for update

Home News Emban Tugas Negara di Ajang WSDC