Menuju PORJAR dan PSR 2014: Foursma, Go Get Gold!
- Details
- Hits: 3843
Pekan Olah Raga Pelajar (PORJAR) dan Pekan Seni Remaja (PSR) Kota Denpasar akan segera berlangsung pada
tanggal 21 sampai 26 April 2014. Berbagai persiapan bagi atlet serta artis pun dilakukan SMAN 4 Denpasar menuju ajang bergengsi tersebut. Mulai dari latihan intensif hingga persembahyangan bersama. Seperti apa keseruannya?
Sebanyak 142 siswa siap bertanding pada 15 cabang PORJAR dan 10 cabang PSR. Cabang-cabang seni yakni melukis, menyalin huruf latin, rindik berpasangan, Tari Jaran Teji, Tari Jauk Keras, baca puisi, dharmawacana, lagu pop, makekawin, tata busana. Sementara cabang-cabang olahraga adalah renang, voli pasir, judo, basket putra, bulu tangkis, gateball, sepak takraw, pencak silat, karate, taekwondo, softball, panjat tebing, catur, baseball, tenis lapangan, serta basket putri. Latihan intensif pun telah dilakukan mereka sejak awal bulan. Sebelum bertanding, pada Kamis tanggal 17 April lalu para atlet dan artis melakukan persembahyangan bersama di Pura Tanah Kilap dan Candi Narmada, memohon kelancaran pertandingan nanti. Kemudian pada 19 April, seluruh atlet serta artis hadir dalam
upacara pengukuhan, disertai dengan pemakaian jaket secara simbolis. Turut hadir pula segenap guru dan kepala sekolah.
Acara tersebut diawali dengan parade atlet beserta artis sesuai cabang yang akan dilombakan. Dilanjutkan dengan pemakaian jaket secara simbolis oleh kepala sekolah kepada salah satu perwakilan, yang diikuti oleh para atlet serta artis. Dalam pidato sambutannya, Drs. I Wayan Rika, M.Pd mengatakan kebanggaannya terhadap dua momen di bidang akademis yang telah dilewati; UN beserta OSK, dan tinggal menunggu hasil. Beliau berharap Foursma bisa unggul juga di bidang non akademis. “Kita harus meningkatkan dan mempertahankan peringkat yang sudah didapatkan tahun lalu. OSK, UN, kita harus meningkatkan peringkat. Sekarang juga. Para artis harus minimal juara 2, para atlet minimal juara 4,” ungkapnya. upacara pengukuhan kemudian dilanjutkan dengan laporan ketua panitia serta doa. Terakhir, beliaupun berpesan kepada atlet juga artis, “Selamat bertanding, selamat berperang, selamat berjuang anak-anakku, Tuhan menyertaimu.” nbl
Rayakan Saraswati ala Foursma
- Details
- Hits: 3860
Sabtu (8/3) seluruh umat Hindu di Bali secara serempak mengadakan Hari Raya Saraswati. Tidak terkecuali SMAN 4 Denpasar yang selalu rutin merayakan hari raya ini. Berbagai kegiatan dilaksanakan oleh Foursma, kegiatan apa sajakah itu?
Sabtu pagi ini, siswa-siswi Foursma tidak mengadakan kegiatan belajar mengajar dan mengenakan seragam seperti
biasanya. Ya, hal ini dikarenakan Hari Raya Saraswati yang mewajibkan seluruh Umat Hindu untuk ikut sembahyang bersama di sekolah dan mengenakan pakaian adat seperti yang seharusnya.
Sejak pagi halaman Foursma telah diramaikan oleh Foursmaters yang melaju kesana-kemari menuju antrian-antrian di beberapa tempat dimana mereka menunggu gilirannya untuk menghaturkan canang ataupun pejati. Foursmaters terlihat sangat antusias menyambut Hari Raya Saraswati ini.
Sebelum matahari bersinar semakin terik, acara pun dimulai sesuai jadwal yang telah dibuat. Acara dibuka oleh MC yang merupakan salah satu anggota OSIS Foursma yaitu Riska Yunita. Pertama dibuka dengan pengumuman kelas-kelas yang berhasil memeangkan lomba yang diadakan pada hari Jumat (7/3). Lomba kali ini hanya diperuntukkan untuk siswa-siswi kelas XI dan XII dikarenakan siswa-siswi kelas X sebagian besar baru pulang dari study banding yang diadakan sekolah sehingga tidak diadakan lomba bagi mereka.
Setelah pengumuman juara selesai, Foursmaters langsung dihibur oleh Bondres. Dengan lontaran kata-kata serta gaya yang lucu mereka pun berhasil mengundang perhatian dan gelak tawa penonton. Pada akhirnya, Tari Rejang Dewa yang ditarikan beberapa siswi Foursma berhasil menutup acara pembukaan dengan sukses.
Matahari sudah mulai terik, acara utama pun dimulai. Sebelum acara sembahyang bersama, para siswa kelas XII dipersilakan untuk duduk dibagian Penataran Padmasana untuk mawinten terlebih dahulu karena mereka akan menghadapi UN. Setelah itu acara pun dilanjutkan, Foursmaters mulai menyempurnakan sikap untuk bersembahyang sesuai instruksi pemimpin upacara saat itu. Persembahyangan dimulai dengan Tri Sandya lalu dilanjutkan dengan Panca Kramaning Sembah dan diakhiri dengan penunasan tirta dan bija.




















News