KLAIBYAM MA SMA GAMAH TYAKTVO

( JANGAN BIARKAN DIRIMU TERBELENGGU OLEH KEBODOHAN )

 MOTTO

QUALITY THE FIRST

 

Peserta didik yang memiliki bakat dalam bidang akademik tertentu bisa mengikuti klub belajar. Dalam klub belajar akan mendapatkan fasilitas yang lebih dari teman-temannya yang tidak mengikuti klub. Fasilitas tersebut berupa pembinaan oleh alumni, guru, dan pembina khusus klub dari guru bidang studi dan dosen. SMAN 4 Denpasar memiliki 11 klub belajar diantaranya Klub Biologi, Fisika, Matematika, Kimia, Astronomi, Komputer, Ekonomi, Geografi dan Kebumian, Bahasa Inggris,  Bahasa Jerman, dan Klub Bahasa Jepang.

 

 

ISYF 2020 FORUM SAINS INTERNASIONAL DI NEGERI SINGA

Kesempatan emas yang ddapat oleh dua siswa SMAN 4 Denpasar menambah wawasan dan pandangan mereka terhadap sains

Prestasi membanggakan dicetak kembali oleh siswa SMA Negeri 4 Denpasar melalui partisipasi mereka dalam sebuah forum sains internasional. International Science Youth Forum (ISYF) 2020 adalah sebuah forum internasional yang bertujuan untuk pengayaan sains bagi siswa-siswi di berbagai belahan dunia. Kegiatan ISYF 2020 diadakan di Singapura, oleh Hwa Chong Institution bersama dengan Nanyang Technological University (NTU). Hwa Chong sendiri adalah salah satu lembaga independen di Singapura yang mengadakan dan mengontrol kegiatan ISYF. Forum ini diikuti oleh 42 sekolah dari berbagai dunia, di antaranya adalah Singapura, Indonesia, Malaysia, Jepang, China, Korea Selatan, Australia, dan UK. Peraih nobel ternama duniapun turut hadir dalam membawakan materi kepada peserta forum, seperti Professor Ada Yonath (Pemenang Nobel di Bidang Kimia 2009), Sir Konstantin Novoselov (Pemenang Nobel di Bidang Fisika 2010), dan Sir Tim Hunt (Pemenang Nobel di Bidang Fisiologi Kedokteran 2001).

Wakil dari SMA Negeri 4 Denpasar yang mendapatkan kesempatan emas ini adalah I Komang Tri Yasa Widnyana dan Ni Made Yura Pradnya Paramitha. Keduanya membawa nama SMA Negeri 4 Denpasar ke kancah internasional sekaligus memperluas wawasan dan pengalaman mereka. “Awalnya informasi tentang ISYF itu dikasih tahu dari guru, pertama emang belum pernah terpikir untuk ikut international forum semacam itu. Tapi karena ada dukungan dari orang tua dan aku juga suka mencoba hal-hal baru, jadi pas aku lihat kesempatan ini langsung aku ambil, deh,” ujar Yura Pradnya menjelaskan.
“Di sana aku ketemu banyak temen-temen dari manca negara dan mencoba berbaur selama se-minggu. Banyak banget kegiatan di sana, seperti pembagian kelompok untuk melakukan suatu science project. Apalagi di sana gak boleh ada anggota dari negara yang sama, jadi harus bisa berkomunikasi dengan yang lain. Selama di sana kami diberi fasilitas tempat tinggal di boarding school sama temen luar juga,” jelas Komang Tri Yasa saat ditanyai tentang pengalamannya selama mengikuti ISYF 2020.

Mereka juga memberikan beberapa tips intuk generasi muda, yakni, “Jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu. Jangan menyia-nyiakan waktu yang ada. Jangan takut pelajarin sains karena sains itu seru kalau sudah mencoba masuk ke dalamnya, dan tetap menjadi pribadi yang rendah hati karena dengan kerendahan hati kita bisa menemukan jati diri juga dimudahkan jalan kita dalam mencapai impian.” ISYF mengemas sains dan perpaduan kultur dengan sangat baik. Forum ini menambah ilmu dan pengalaman menarik yang tak terlupakan, membawa perspektif serta atmosfer baru sehingga sains terasa lebih menyenangkan untuk dipelajari.

450 peserta dari 52 negara World Schools Debating Championship (WSDC) 2017 di Denpasar, Bali

World Schools Debating Championship (WSDC) 2017 resmi digelardi Bali; dimana venue yang ditunjuk sebagai tempat gelaran debat adalah SMAN 4 Denpasar, SMAN 1 Denpasar, SMAN 7 Denpasar, Politeknik Negri Bali, SMK Pariwisata Harapan Denpasar.

WSDC merupakan ajang kompetesi debat parlementer yang mempertemukan para siswa jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat, dari seluruh negara peserta untuk bertanding dan memperebutkan gelar juara dunia. Tujuannya, para siswa dapat melakukan analisa tentang berbagai persoalan dan mengemukakannya secara rasional.

Sebanyak 450 peserta dari 52 negara berkompetisi World Schools Debating Championship (WSDC) tahun 2017 selama seminggu, yakni dari tanggal 1 s.d. 11 Agustus 2017. Tema utama WSDC tahun ini adalah Listen to Diversity, Speak of Harmony. Tema itu diharapkan dapat mengasah toleransi atas berbagai perbedaan sehingga menciptakan generasi muda dunia yang harmoni dan menghargai keanekaragaman yang ada. 

Dr. I Wayan Rika, MPd selaku kepala sekolah menyatakan rasa syukur dan gembira yang luar biasa, dan mengucapkan terimakasih karenaa SMAN 4 Denpasar dipilih sebagai salah satu venue gelaran pertandingan WSDC 2017. Selain menjadi venue pertandingan, hal yang juga tidak kalah membanggakan adalah karena salah satu peserta WSDC 2017 asal Indonesia merupakan siswa dari SMAN 4 Denpasar.

Pada WSDC 2017 Indonesia berhasil menjaring dan mengikutsertakan empat siswa terbaik hasil seleksi Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Nasional (NSDC) dan pembinaan tahun 2016. Ngurah Gede Satria Aryawangsa,salah satu anggota tim Indonesia mengaku telah berusaha secara maksimal untuk bertanding dengan peserta lain dari berbagai penjuru dunia.

"Kami telah berusaha dan berlatih dengan sungguh-sungguh. Semoga dengan semangat dan doa dari semuanya kami bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya," kata Ngurah. Selain siswa asal SMAN 4 Denpasar itu, peserta WSDC dari Indonesia yang lainnya adalah Nicholas Christanto dari SMK 2 Petra Surabaya, Jawa Timur, Gracesenia Chahyadinata dan Stephanie Elizabeth Purwanto dari SMA Pelita Harapan, Banten.

Sementara dua pelatih tim Indonesia Roderick Jonathan dan Novelisa Wirid menyatakan optimistis tim Indonesia akan meraih juara. "Semoga sukses dalam penyelenggaraan sekaligus sukses prestasi," kata Purwadi, Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud 

 

 

Event Gallery

 
 

Login for update