KLAIBYAM MA SMA GAMAH TYAKTVO

( JANGAN BIARKAN DIRIMU TERBELENGGU OLEH KEBODOHAN )

 MOTTO

QUALITY THE FIRST

 

Peserta didik yang memiliki bakat dalam bidang akademik tertentu bisa mengikuti klub belajar. Dalam klub belajar akan mendapatkan fasilitas yang lebih dari teman-temannya yang tidak mengikuti klub. Fasilitas tersebut berupa pembinaan oleh alumni, guru, dan pembina khusus klub dari guru bidang studi dan dosen. SMAN 4 Denpasar memiliki 11 klub belajar diantaranya Klub Biologi, Fisika, Matematika, Kimia, Astronomi, Komputer, Ekonomi, Geografi dan Kebumian, Bahasa Inggris,  Bahasa Jerman, dan Klub Bahasa Jepang.

 

 

Student Exchange Report

 
 

Info PPDB Th.Ajaran 2022/2023

 
 

ISYF 2020 FORUM SAINS INTERNASIONAL DI NEGERI SINGA

Kesempatan emas yang ddapat oleh dua siswa SMAN 4 Denpasar menambah wawasan dan pandangan mereka terhadap sains

Prestasi membanggakan dicetak kembali oleh siswa SMA Negeri 4 Denpasar melalui partisipasi mereka dalam sebuah forum sains internasional. International Science Youth Forum (ISYF) 2020 adalah sebuah forum internasional yang bertujuan untuk pengayaan sains bagi siswa-siswi di berbagai belahan dunia. Kegiatan ISYF 2020 diadakan di Singapura, oleh Hwa Chong Institution bersama dengan Nanyang Technological University (NTU). Hwa Chong sendiri adalah salah satu lembaga independen di Singapura yang mengadakan dan mengontrol kegiatan ISYF. Forum ini diikuti oleh 42 sekolah dari berbagai dunia, di antaranya adalah Singapura, Indonesia, Malaysia, Jepang, China, Korea Selatan, Australia, dan UK. Peraih nobel ternama duniapun turut hadir dalam membawakan materi kepada peserta forum, seperti Professor Ada Yonath (Pemenang Nobel di Bidang Kimia 2009), Sir Konstantin Novoselov (Pemenang Nobel di Bidang Fisika 2010), dan Sir Tim Hunt (Pemenang Nobel di Bidang Fisiologi Kedokteran 2001).

Wakil dari SMA Negeri 4 Denpasar yang mendapatkan kesempatan emas ini adalah I Komang Tri Yasa Widnyana dan Ni Made Yura Pradnya Paramitha. Keduanya membawa nama SMA Negeri 4 Denpasar ke kancah internasional sekaligus memperluas wawasan dan pengalaman mereka. “Awalnya informasi tentang ISYF itu dikasih tahu dari guru, pertama emang belum pernah terpikir untuk ikut international forum semacam itu. Tapi karena ada dukungan dari orang tua dan aku juga suka mencoba hal-hal baru, jadi pas aku lihat kesempatan ini langsung aku ambil, deh,” ujar Yura Pradnya menjelaskan.
“Di sana aku ketemu banyak temen-temen dari manca negara dan mencoba berbaur selama se-minggu. Banyak banget kegiatan di sana, seperti pembagian kelompok untuk melakukan suatu science project. Apalagi di sana gak boleh ada anggota dari negara yang sama, jadi harus bisa berkomunikasi dengan yang lain. Selama di sana kami diberi fasilitas tempat tinggal di boarding school sama temen luar juga,” jelas Komang Tri Yasa saat ditanyai tentang pengalamannya selama mengikuti ISYF 2020.

Mereka juga memberikan beberapa tips intuk generasi muda, yakni, “Jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu. Jangan menyia-nyiakan waktu yang ada. Jangan takut pelajarin sains karena sains itu seru kalau sudah mencoba masuk ke dalamnya, dan tetap menjadi pribadi yang rendah hati karena dengan kerendahan hati kita bisa menemukan jati diri juga dimudahkan jalan kita dalam mencapai impian.” ISYF mengemas sains dan perpaduan kultur dengan sangat baik. Forum ini menambah ilmu dan pengalaman menarik yang tak terlupakan, membawa perspektif serta atmosfer baru sehingga sains terasa lebih menyenangkan untuk dipelajari.

Kemenangan di Negara Seribu Pagoda

Hebat! Pelajar SMA Negeri 4 Denpasar meraih medali emas, bronze medal, dan special award di Bangkok, Thailand.

 

Kelompok Ilmiah Remaja Sekolah SMAN 4 Denpasar atau KIRS-4 adalah salah satu ekstrakurikuler di SMAN 4 Denpasar yang telah berdiri sejak tanggal 4 Agustus 1990. Melalui tiga divisi, yakni debat, karya tulis, dan essay, ekstra ini sukses mengukir prestasinya dan telah mengharumkan nama sekolah kita tercinta.

Kali ini KIRS-4 kembali menorehkan prestasinya di kancah internasional yang diselenggarakan oleh National Research Council Of Thailand pada tanggal (2-6/02) 2019. Foursma mengirimkan dua tim andalannya, yakni tim pertama yang terdiri atas Putri Agustini, Indra Aryadinata, Santika Dewi, Sagung Intan, Jotana Kassapa dan Cahyani, Arya Widia, dan Haridas Chandra yang merupakan tim kedua namun, sangat disangkan sebab dua rekan peserta tim kedua berhalangan hadir. Dalam perlombaan ini, mereka meraih medali emas, bronze medal, dan special award. Tentunya, bersaing dalam perlombaan tidak luput dari persiapan. Sagung Intan yang kerap disapa Intan ini menyatakan, “Kami melakukan persiapan kurang lebih dua bulan, persiapannya banyak sekali seperti mempersiapkan produk, dana, perizinan, dan lain-lainnya”. Siswi yang berasal dari Tabanan ini mengungkapkan bahwa banyak sekali rintangan yang mereka lalui sampai akhrinya berhasil mencapai ke tempat perlombaan. Berdalih dari Intan, salah satu perwakilan SMA Negeri 4 ini pun turut mengajukan pendapatnya “Pastinya senang ya, apalagi bisa mendapatkan medali emas terus juga special award. Nah, kesannya itu bahagia tentunya bawa nama Foursma juga Indonesia gitu” ucap Cahyani. Siswi berzodiak aquarius ini juga mengatakan walaupun banyak hal yang telah mereka capai namun, tidak boleh merasa terlalu berbangga diri, meskipun sudah berhasil menembus kancah internasional.

 

Orang tua, guru, serta teman-temannya pun turut memberikan dukungan kepada mereka. Tak sangka, persiapan kurang lebih dua bulan ini membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Mereka berharap, semoga mereka dapat mengikuti lomba setingkat internasional di negara lain agar dapat menambah prestasi dan pengalaman sehingga, dapat menjadi lebih baik lagi. (DKD,PTA)

Event Gallery

 
 

Login for update